Souvenir Unik Murah| O813-2666-1515

Thursday, July 4, 2019

(PROMO) +62 813-2666-1515 | Paket Oleh Oleh Haji

Baca Juga

(PROMO) +62 813-2666-1515 | Paket Oleh Oleh Haji

Paket Oleh - Oleh Haji - Di Negara Indonesia banyak yang memeluk agama Islam atau bisa disebut dengan mayoritas. Sudah dipastikan kata haji dan umroh tidak asing lagi ditelinga kita. Haji dan umroh merupakan suatu kegiatan ibadah dengan niat yang kuat dengan disertai pengorbanan, ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan, melaksanakan perintah dari yang maha kuasa, dan mewujudkan pertemuan besar dengan umat Islam lainnya yang terdapat di dunia.

Pengertian haji secara terminology (istilah) adalah suatu kegiatan pergi dengan niat beribadah ke tanah suci (Mekah), dengan melakukan rukun dan ketentuan-ketentuan haji dengan tertib pada waktu-waktu yang telah ditetapkan. Sedangkan pengertian umroh secara etimologi (bahasa) yaitu diambil dari bahasa arab dari kata I’tamara yang mempunyai arti berkunjung. Pengertian umroh dalam syariat adalah berkunjung ke Masjidil Haram (Baitullah) dengan niat dan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan memenihi syarat dan ketentuan tertentu.

Banyak yang berpendapat mengenai hukum melaksanakan haji dan umroh. Ada yang berpendapat bahwa hukum dari haji adalah wajib bagi yang mampu. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksanakan ibadah haji adalah mutahabah yang berarti baik untuk dilakukan dan tidak diwajibkan. Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW. menyatakan yang artinya, “Haji adalah fardu sedangkan umrah adalah tatawwu.” Yang dimaksud dengan  tatawwu adalah tidak diwajibkan tetapi baik untuk dilakukan dengan cacatan mempunyai niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di Indonesia sendiri anggapan mengenai melakukan ibadah haji dan umroh merupakan suatu pendapat yang dapat dibilang penting. Karena ibadah haji dan umroh merupakan anjuran, terutama melakukan ibadah haji. Haji ke Baitullah merupakan suatu kegiatan yang terdapat di rukun Islam yang terakhir. Sehingga walaupun kedua ibadah tersebut sangat baik jika dilakukan ibadah hajilah yang akan menjadi pilihan utama. Jadi tidak heran jika setiap tahun jumlah jamaah yang melakukan ibadah haji akan terus naik. Saat ini biasanya ibadah haji ditentukan kepada umat muslim yang mampu. Mampu dalam hal ini sama dengan kuasa yaitu mempunyai belkal yang cukup untuk bekal pergi maupun pulang, bekal ini juga mencakup bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.

Ibadah haji merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi umat Islam, sehingga ibadah haji mempunyai peraturan dan ketentuan yang harus dilakukan selama melakukan ibadah tersebut. Ada juga rangkaian-rangkaian kegiatan yang harus dilakukan, berikut adalah rangkaian dalam melaksanakan ibadah haji.

7 Rangkaian Kegiatan dalam Ibadah Haji :

  1. Ihram dengan disertai niat
    Pelaksanaan ibadh haji dimulai saat dimulainya tanggal 8 Dzulhijah. Pada tanggal 8 Dzulhijah ini jamaah melakukan ihram dengan disertai niat berihram dari tempat asal. Setelah melakukan persiapan ini, jamaah berteduh di tenda yang mereka tempati sambil menunggu tanggal 9 Dzulhijah untuk melakukan kegiatan Wukuf di Arafah ketika matahari tergelincir di barat.
  2. Melakukan Wukuf di Arafah
    Kegiatan ini dilakukan pada tangga 9 Dzulhijah yang dimulai dari waktu dzuhur singga matahari terbenam yang merupakan waktu untuk melakukan wukuf. Disaat inilah jamaah memohon dan berdoa kepada Allah SWT.
  3. Melakukan Mabit di Muzdalifah
    Setelah jamaah melaksanakan Wukuf di Arafah, jamaah melanjutkan ibadah dengan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk malakukan Mabit (menginap). Perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah jamaah akan berbondong-bondong dan bertemu dengan jutaan umat Muslim lainnya, saat perjalanan ini jamaah juga mengambil krikil untuk malakukan lontar jumrah.
  4. Jumrah Aqobah
    Jumrah Aqobah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijah. Jamaah melanjutkan perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina sebelum matahari terbit untuk melakukan lontar Jumrah Aqobah sebanyak 7 lontaran. Setelah melakukan Jumroh, jamaah melakukan tahallul atau mencukur sebagian rambutnya  kemuadian jamaah diperbolehkan untuk mengenakan baju biasa.
  5. Melakukan Mabit di Mina
    Setelah melakukan tahallul jamaah kembali ke Mina untuk menginap dengan minimal menginap yaitu 2 hari pada tanggal 11-12 Dzulhijah. Saat tersebut juga disunahkan untuk melontar jumrah sebanyak 3 kali dengan 3 sasaran.
  6. Melakukan Thawaf Ifadah
    Jamaah melanjutan perjalanan ibadah haji ke Mekah untuk melaksanakan Thawaf Ifadah yang dilanjut kan denga Sai.
  7. Thawaf Wada’
    Thawaf wada merupakan thawaf terakhir atau thawaf perpisahaan. Kegiatan satu ini merupakan kegiatan ibadah terakhir dalam melakukan ibadah haji sebelum jamaah meninggalkan Mekah dan kembali ke Negara masing-masing.

Rangkaian-rangkaian diatas merupakan suatu rangkaian yang ada saat melakukan ibadah haji, sehingga jamaah haji harus melakukan rangkaian tersebut dengan baik dan tertib. Melakukan ibadah haji dengan banyak rangkaian yang harus dilakukan dapat dipastikan akan menguras banyak tenaga, namun jika setiap rangkaian disertai dengan niat yang kuat pasti kita tidak akan merasakan lelahnya melaksanakan setiap rangkaian tersebut. Dengan melakukan ibadah haji ini kita akan mendapat berbagai manfaat yang sangat baik dan juga menjadikan kita sebagai orang-orang yang lebih baik.

Selain manfaat yang kita dapat, dengan melakukan ibadah haji kita jida dapat mendapatkan keistimewaan. Banyak keistimewaan yang didapatkan seperti, orang yang melaksanakan ibadah yang satu ini sama saja orang tersebut telah melakukan jidah. Menurut Allah SWT. melakukan ibadah haji merupakan jihad terbaik, jadi laksanakanlah ibadah haji dengan baik dari segi lahir maupun batin kita. Keistimewaan yang lain adalah orang yang melaksanakan ibadah haji menjadi miskin melainkan sebaliknya. Allah SWT. pernah menjanjikan akan mengganti semua biaya dengan berkali-lipat hingga tak terhitung jumlahnya. Menggantinyapun tidak selalu dengan harta namun bisa juga dapat berupa nikmat yang Allah SWT. berikan kepada kita. Masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan yang dapat kita terima saat maupun setelah melakukan ibadah yang satu ini.

Setelah melakukan ibadah haji masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan positif yaitu mengadakan pengajian sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan oleh yang maha kuasa. Pengajian tersebut biasanya banyak orang, mulai dari sanak soudara, tetangga, dan teman mupun sahabat. Pengajian ini dilaksanakan sama seperti pengajian-pengajian pada umumnya, namun ada yang membedakan pengajian yang satu ini adalah doa yang dipanjatkan. Biasanya doa yang dipanjatkan dalam acara pengajian ini adalah rasa syukur dan rasa nikmat yang telah diberikan.

(PROMO) +62 813-2666-1515 | Paket Oleh Oleh Haji

Untuk sebuah acara pengajian rasanya kurang lengkap jika acara tidak dilengkapi dengan oleh-oleh khas dari ibadah haji. Karena terbatasnya barang bawaan yang dibawa pulang setelah melakukan ibadah haji, banyak dari jamaah haji yang membeli atau memesanan oleh-oleh haji di tanah air. Untuk itu kami datang dengan Paket Oleh-Oleh Haji. Paket oleh-oleh haji ini memiliki berbagai macam bentuk, seperti sajadah, tasbih, peci dan masih banyak lainnya. Mempunyai harga yang bersahabat dengan kualitas yang tak perlu diragukan. Untuk sajadah sendiri merupakan sajadah yang berbeda dengan sajadah pada umumnya. Dilengkapi dengan dompet sebagai tempat sajadah disertai dengan corak atau motif yang menarik. Tasbih dan peci memiliki warna yang menarik pula, mulai dari warna gelap hingga warna yang terang.

Souvenir haji grosir ini dapat dilengkapi dengan tulisan, logo, ataupun gambar sesuai dengan keinginan Anda. Pengemasannyapun dapat diseusaikan dengan keinginan Anda. Kami dapat memenuhi pesanan Anda dalam bentuk besar maupun kecil. Kami dapat menjamin Anda akan puas dengan oleh-oleh haji kami. Untuk informasi mengenai produk dan info pemesanan Anda dapat menghubungi +62 813-2666-1515, via WA/SMS/Telepon. Terimakasih atas kepercayaan Anda.

No comments:

Post a Comment

BELANJA ONLINE MUDAH

ORDERNYA MUDAH

BAYARNYA JUGA MUDAH